TERAPI TB TULANG

Diagnosis yang tepat terutama diawal penyakit, serta penggunaan obat anti tuberkulosis yang tepat dikombinasikan dengan pembedahan dalam beberapa literatur menunjukan hasil yang optimal dalam terapi TB tulang. Tujuan utama dilakukannya pembedahan pada kasus TB tulang adalah untuk pengatasi kompresi tulang belakang pada saraf, sebagai upaya debridement dan juga fusion. Pembedahan dilakukan setidaknya pada sekitar 75% pasien yang terdiagnosis TB tulang. Hasilnya 80-90% pasien mengalami perubahan yang signifikan dalam hal peningkatan kualitas hidup.

Sedikit berbeda dengan kondisi tuberkulosis, terapi TB tulang belakang memerlukan tindakan operasi sebagai bentuk perawatan tambahan selain antibitiotik yang diberikan untuk mengobati tuberkulosis. Penderita TB tulang belakang juga disarankan untuk tidak menggerakkan tulang belakangnya hingga suatu periode tertentu. “Hal ini dilakukan dengan mengenakan bebat atau alat khusus untuk waktu yang lama. Selain itu, serangkaian terapi fisik akan disarankan untuk diikuti demi mengurangi nyeri serta melatih kekuatan dan fleksibilitas tulang,” jelas Dr. dr. Wawan Mulyawan SpBS, SpKP.

Sebagai terapi TB tulang belakang, pemberian antibiotik tetap dilakukan hingga periode pengobatan yang telah ditentukan dan harus dihabiskan. Beberapa jenis antibiotik yang umumnya digunakan, antara lain rifampicin dan ethambutol. Efek samping yang mungkin timbul dari obat-obatan ini, antara lain sakit kuning, demam, ruam, gatal-gatal, menurunnya nafsu makan, dan urine berwarna gelap. Obat pereda rasa sakit mungkin diresepkan oleh dokter juga. Terapi pengobatan TB tulang belakang dapat berlangsung hingga lebih dari enam bulan, tergantung kepada tingkat keparahan dan kondisi fisik pasien.

Ketika penyembuhan dapat berlangsung selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun, TB tulang belakang tetap dapat disembuhkan selama segera bisa dideteksi dan ditangani dengan benar. Tujuan lain dari penanganan cepat ini adalah untuk mengurangi risiko pasien terkena komplikasi, berupa berbagai jenis kelainan atau cacat pada tulang belakang hingga mengalami kelumpuhan.

Pencegahan dan Terapi TB Tulang

Sama dengan langkah pengobatan penyakit tuberkulosis, vaksinasi merupakan tindakan pencegahan TB tulang belakang yang utama. Vaksin yang diterima adalah vaksin Bacillus Calmette-Guerrin atau BCG. Vaksin ini wajib diberikan sebelum bayi berusia tiga bulan. Anak-anak, remaja, serta orang dewasa yang belum menerima vaksin BCG juga dianjurkan untuk menerima vaksin ini secepatnya walau akan berpengaruh kepada penurunan tingkat efektivitas. Beberapa tindakan pencegahan terapi TB tulang belakang lain yang tidak kalah penting, yaitu:

  1. Tutupi mulut atau kenakan masker ketika berada ditempat umum ketika bersin, batuk, atau tertawa.
  2. Untuk mereka yang bukan penderita, kenakan masker jika berinteraksi dengan penderita TB. Hindari pula terlalu sering berinteraksi dengan para penderita.
  3. Mulailah kebiasaan mencuci tangan secara teratur dengan menggunakan sabun.
  4. Pastikan rumah memiliki sirkulasi udara yang baik demi melancarkan pergantian udara di dalam rumah. Sirkulasi udara yang baik dan cukup akan sinar matahari dapat membunuh kuman.