TB TULANG

Tuberculosis (TB) Tulang Belakang atau Spinal Tuberculosis merupakan jenis infeksi yang sebabkan oleh kuman tuberculosis di Masyarakat. Kondisi ini sudah dari sejak dahulu kala ditemukan di dunia. Keterlambatan diagnosis dan penanganan infeksi tuberculosis dapat berakibat fatal. Yang kemudian berdampak pada terjadinya kerusakan struktur tulang belakang belakang.

Data menunjukan sejak diketemukannya obat anti tuberculous, dan meningkatnya pola kesehatan masyarakat. Angka kejadian TB tulang belakang lama kelamaan semakin mengalami penurunan. Meski demikian kondisi ini masih saja ditemui di Negara-negara berkembang seperti halnya Indonesia.

Epidemiologi TB Tulang Belakang

Dari kepusatakaan yang ada, spinal tuberculosis sering terjadi pada usia produktif. Dengan risiko yang meningkat pada individu dengan gangguan sistim kekebalan tubuh seperti penderita HIV/AIDS. Pada tahun 2009 dilaporkan sebanyak 1,2 juta orang di dunia mengalami TB tulang belakang. Dengan 90% kasus disumbangkan oleh penderita HIV baik dari Arfrika, Eropa dan Asia.

Besar kemungkinan penyakit tuberculosis yang terlambat dilakukan diagnosis dan terapi berpotensi menyebabkan kecacatan serius termasuk deficit neurologis. Selain dapat terjadi perubahan kurva tulang belakang yang berat. Melakukan terapi secara komperhensif dari tuberculosisnya hingga pembedahan jika sudah terjadi TB tulang belakang akan meningkatkan kualitas hidup pasien.

Manifestasi TB tulang belakang dapat berupa kombinasi antara osteomyelitis dan arthritis yang biasanya melibatkan lebih dari 1 ruas tulang belakang. Selain ruas tulang yang terkena, batalan tulang belakang juga dapat mengalami kerusakan akibat infeksi tuberculosis ini.

Diagnosis

TB tulang belakang diketahui melalui beberapa pemeriksaan, yang meliputi: pemeriksaan fisik, riwayat penyakit sebelumnya (tuberculosis), serta beberapa pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan radiologi tulang belakang. Mantoux test, pemeriksaan darah lengkap yang meliputi complete blood count, erythrocyte sedimentation rate, enzyme-linked immunosorbent assay, dan polymerase chain reaction (PCR), terbukti memberikan hasil yang optimal dalam diagnosis TB tulang.

Kerusakan tulang belakang akibat TB yang progresif dapat menyebabkan kyphosis, penyempitan rongga tulang belakang. Kondisi selanjutnya mengarah ke penekanan sumsum tulang belakang, nyeri hingga terjadinya defisit neurologis pada pasien.

Brain and Spine Bunda Neuro Center merupakan salah satu entitas kesehatan di Indonesia yang fokus mengatasi masalah kesehatan tulang belakang. Termasuk kelainan tulang belakang yang di sebabkan oleh infeksi tuberkulosis atau dikenal masyarakat Indonesia sebagai TB tulang belakang. Dr. Wawan Mulyawan, SpBS merupakan salah satu Tim dokter Brain and Spine, yang memiliki kompetensi terbaik dalam mengatasi masalah ini.