Hal Wajib yang Dilakukan Pengidap TB Agar Tidak Menularkan

30Dec, 2019

Tuberkulosis atau TB adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi M. tuberculosis yang mudah ditularkan melalui batuk dan bersin.

Selain penularan langsung dari orang yang terinfeksi ke orang yang tidak terinfeksi, basil TB juga dapat ditularkan melalui debu.

Setelah penderita TB batuk, basil dapat bertahan hingga enam bulan di luar tubuh jika terlindung dari sinar matahari langsung. Ketika debu ini ‘terbang’ (dengan menyapu, angin, atau ketika anak-anak bermain di tanah), basil TB kemudian terbang di udara dan mungkin terhirup. Ketika dihirup, kuman ini bisa masuk ke dalam paru-paru.

Umumnya, TB menyerang organ paru, namun tak menutup kemungkinan untuk menginfeksi organ lain seperti selaput otak, tulang belakang, dan kulit.

Untuk menuntaskan infeksi TB ini, beberapa jenis obat antituberkulosis akan diberikan. Dosis dan lamanya waktu pengobatan bergantung pada lokasi infeksinya. Biasanya selama enam bulan. Namun, pada pasien TB tulang mungkin bervariasi enam bulan hingga satu tahun.

Gejala-gejala TB sangat bergantung pada bagian tubuh yang terinfeksi.

Penyakit TB biasanya berkembang sangat pelan, dan mungkin Anda baru menyadarinya beberapa minggu setelah merasakan gejala-gejalanya. Sebenarnya gejala itu sendiri baru muncul beberapa bulan, atau bahkan tahunan, setelah Anda terinfeksi pertama kali.

Kadang-kadang infeksi kuman TB tidak memperlihatkan gejala apa pun, yang dikenal sebagai ‘TB laten’ (tersembunyi, tidak aktif). Jika Anda memperlihatkan suatu gejala, disebut dengan ‘TB aktif’.

Untungnya, penyakit ini dapat diatasi dan disembuhkan dengan pemberian obat antituberkulosis (OAT). Bila dikonsumsi sesuai anjuran dan dosis, TB dapat diobati dan sembuh total.

OAT adalah sejumlah obat dengan cara kerja berbeda-beda, yang bertujuan untuk membunuh kuman penyebab tuberkulosis. Jadi, pasien tuberkulosis tidak mendapat satu jenis obat saja, melainkan beberapa jenis dan harus dikonsumsi selama jangka waktu tertentu ― biasanya selama 6 bulan.

Dahak Berdarah

Gejala-gejala adanya kuman TB hampir sama dengan gejala gangguan kondisi tubuh lainnya, seperti hilang nafsu makan dan berat badan turun, demam, berkeringat malam hari, terlalu letih atau lelah.

Pada infeksi TB yang menyerang paru-paru, kebanyakan akan menyebabkan penderitanya mengalami batuk terus-menerus yang berlangsung sedikitnya tiga minggu dan biasanya berdahak atau berdahak darah. Selain itu, semakin kesulitan bernapas.

Pada TB dalam kondisi serius bisa berakibat kematian bila tidak diobati atau tidak menjalani pengobatan hingga tuntas. Kebanyakan pasien tidak harus dirawat di rumah sakit selama pengobatan ataupun diisolasi di rumah. Namun, sangat penting untuk diperhatikan bahwa pasien harus melakukan pencegahan mendasar agar tidak menyebarkan infeksi ke keluarga maupun lingkungan sekitar.

Hal-hal yang harus diperhatikan, yaitu:

-sebaiknya tidak masuk kerja, sekolah, atau kuliah hingga dokter mengizinkan

-selalu gunakan masker atau tutup mulut saat batuk, bersin, maupun tertawa

-berhati-hati membuang tisu yang telah digunakan ke dalam kantong plastik dan diikat kencang

-memastikan ruangan memiliki ventilasi yang baik dan usahakan membuka jendela di mana pun Anda berada agar selalu mendapatkan udara dan sinar matahari

-tidur di ruang yang berbeda (kamar terpisah)

-kontrol secara teratur

Oleh karenanya kontak dengan anggota keluarga yang sakit TB sangat berperan untuk terjadinya (atau tertular) infeksi TB di keluarga, terutama keluarga terdekat. Faktor lain adalah jumlah orang serumah (kepadatan hunian), lamanya tinggal serumah dengan pasien, pernah sakit TB, dan satu kamar dengan penderita TB di malam hari, terutama bila satu tempat tidur.

Selain itu rumah pun harus ada ventilasi yang baik. Jangan lupa selalu melakukan perilaku hidup bersih dan sehat, dengan rutin melakukan aktivitas fisik, cek kesehatan, makan makanan dengan gizi seimbang, dan jaga kebersihan lingkungan.

Pengobatan Antituberkulosis

Anda akan menjalani pengobatan sedikitnya enam bulan dengan minum beberapa macam obat begitu didiagnosis sakit TB paru-paru aktif, dan menunjukkan gejala-gejala.

Jika Anda memiliki jenis TB yang resisten obat, kemungkinan dokter akan diberikan satu kombinasi obat dan obat yang disuntikkan selama 20-30 bulan. Beberapa jenis TB ada yang resistensi terhadap jenis pengobatan tersebut.

Setelah minum obat selama dua bulan, kebanyakan pasien tidak mengalami infeksi lagi dan merasa lebih baik. Namun, sangat penting untuk tetap menjalami program pengobatan yang dianjurkan hingga tuntas, dan tidak mengurangi dosis antibiotik.

Minum obat selama enam bulan (atau lebih) adalah cara terbaik untuk memastikan kuman TB sudah mati. Jika Anda menghentikan pengobatan atau melewati satu dosis, infeksi TB bisa menjadi resisten terhadap antibiotik tersebut. Keadaan seperti itu berpotensi serius karena akan sulit diobati dan membutuhkan waktu pengobatan lebih lama dengan terapi berbeda.

Bila pengobatan yang disarankan telah komplet dan sesuai dosis, Anda tidak perlu periksa kembali ke dokter. Kecuali mengalami beberapa gejala menandakan penyakit muncul kembali, namun yang seperti itu sangat jarang. Mungkin Anda perlu waktu beberapa minggu sampai merasa benar-benar sehat, dan tergantung kesehatan Anda secara menyeluruh dan tingkat keparahan TB sebelumnya.

Berisiko Meracuni Hati

Efek samping serius dari pengobatan TB jarang didapati, namun bisa berbahaya bila ada. Semua pengobatan tuberkulosis sangat berisiko meracuni organ hati.

Bila Anda mengalami berikut ini, segera beritahu dokter, yakni:

-mual atau muntah

-kehilangan nafsu makan

-kulit menjadi kekuningan

-urin berwarna gelap

-demam lebih dari tiga hari dan tidak ada penyebab jelas.

Bila Anda hidup serumah atau memiliki keluarga atau teman dekat yang sakit TB, segera periksakan diri ke dokter untuk memastikan apakah Anda terinfeksi atau tidak. Anda akan menjalani pemeriksaan sinar-X pada dada, uji darah, dan uji kulit Mantoux.

Saat seseorang didiagnosis menderita TB, dokter akan menelusuri apakah keluarga terdekat berisiko juga terkena infeksi. Atau mungkin rekan sekerja maupun sejawat lainnya. Siapa pun yang berisiko tertular, akan dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan juga.

Pada intinya, sebaiknya tidak menghentikan pengobatan atau mengubah dosis obat antituberkulosis (OAT) tanpa berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter. Karena keberhasilan pengobatan TB sangat bergantung pada keteraturan minum obat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *